![]() |
| Pengakuan Seorang Pecandu Judi Poker Online di Negeri Kangguru |
Kecanduan judi poker online dapat berakibat sangat serius. Tidak hanyadapar menguras isi kantong Anda, tetapi dari kecanduan ini sangat luas mulai dari fisik, mental hingga kehidupan Anda secara keseluruhan. Seperti dikisahkan seorang pecandu judi Poker online.
Pria yang tidak ingin disebutkan namanya menceritakan 3 tahun lalu, dia dihukum karena menipu kerah putih, setelah mencuri uang lebih kurang USD 130.000 setara Rp 1,3 miliar dari atasannya yang menuruti kecanduan yang tidak pernah terpuaskan.
Racun yang menjadi pilihannya bukanlah mesin slot akan tetapi berjudi poker, balap kuda dan sebagainya. Si pria membuat taruhan yang asal-asalan karena ingin menyalurkan kecanduan berjudinya.
Taruhan berkisar antara USD 5.000 hingga 20.000 hanya dalam waktu 1 hari. Bayangkan pria ini menghabiskan uang sebesar Rp 212 juta per harinya. Dia berani bertaruh sampai jam 3 pagi, berusaha untuk tidur selama tiga jam dan melakukan taruhan kembali selama 3 jam.
Ia pernah berpikir bahwa kecanduan judi memiliki stereotip kalau mereka adalah seorang pria atau wanita kelas pekerja berusia paruh baya yang duduk disebuah klub kolak, memberi makan mesin pokies favorit mereka empat hingga lima malam dalam seminggu. Tetapi saja jatang berkunjung ketempat judi lokal tersebut.
Puncak kecanduan waktu berjudi setelah menikah dan memiliki dua anak yang cantik dan bekerja sebagai manajer keuangan di pemerintahan setempat. Ketika saya bersama keluarga, secara fisik saya ada disana tapi secara mental saya bermil-mil jauhnya karena berpikir tentang perjudian.
Dalam pikiran dia adalah kapan bisa menang? dari mana uang itu berasal? kapan saya bisa melakukan taruhan? Itu semua ada dalam pikirannya setiap saat. Ia juga mengatakan pernah melakukan taurhan dimana saja dan kapan saja.
Dia juga mangatakan pernah dikunjungi oleh dua orang pria yang berbadan besar membawa tongkat baseball untuk membayar hutang yang dipinjamnya untuk berjudi. Merkea memukul dan mengancam untuk menggunakan tongkat basebal pada kesempatan berikutnya.
Karena kejadian tersebut, ia mulai melancarkan aksinya untuk mencuri ditempat kerja. Tetapi saya selalu khawatir tertangkap, dalam pikirannya hanyalah judi dan mencuri akhirnya pria tersbeut mulai mencuri. Ketika seseorang mengetuk pintu kantorku, saat itu aku sedang menerima telepon, saat atasan memanggilku ke sebuah rapat saya tidak pernah yakin.
Ketakutan itu perlahan-lahan membunuhku, tapi ia tidak bisa mengakuinya dan tidak bisa menghapuskannya.Ia berada diujung tanduk tanpa solusi dan tidak ada jalan keluar. Saat itu saya tertangkap basah tapi saya masih menyangkalnya. Saya tahu karier saya telah berakhir dan penjara telah menantikan.
Tapi pada saat tersebut ia merasa sangat lega dan tidak memliki beban lagi. Kecanduan ini harus ditebus dengan sangat mahal. Ia kehilangan pekerjaan, semua harta benda, bahkan ia kehilangan kelaurganya. Perkawinannya hancur, kehilangan akses terhadap anak-anak. Saya tidak menyalahkan mereka.
Selama bertahun-tahun dipenjara, ia memiliki cukup waktu untuk merenungkan semua kerusakan yang diakibatkannya dan ketika saya dibebaskan, ia tahu bahwa ia tidak dapat kembali ke gaya hidup seperti itu lagi. ia terus memikirkan anak-anak, tapi ia memutuskan untuk berhenti berjudi bukan karena mereka. "Saya tahu jika saya tidak berhenti itu akan membunuh saya," ucapnya.


